Cindyharyono’s Blog

Januari 23, 2009

Filed under: Uncategorized — cindyharyono @ 2:25 pm

LuMut HatI (HePatiCeae)

Pada umumnya atau dapat dikatakan kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah. Dalam tubuh terdapat tubuh terdapat alat penyimpanan air, atau dapat menjadi kering tanpa mengakibatkan kematiannya. Yang bersifat epifit ada yang dapat hidup pada daun pohon-pohon dalam imba daerah tropika, dan karena hidupnya di atas daun itulah hingga lumut tadi merupakan suatu bentuk ekologi yang khusus dinamakan epifit.

Hepaticae dapat dibedakan menjadi beberapa bangsa yaitu :

Bangsa Anthocerotales

Bangsa Marchantiales

Bangsa Jungermaniales

v Bangsa Anthocerotales

anthoceros-sp1

Bangsa ini hanya memuat beberapa marga yang biasanya dimasukkan dalam satu suku saja, yaitu suku Anthoceotaceae. Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid. Susunan talusnya masih sederhana. Sel-selnya hanya mempunyai satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar, hingga mengingatkan kita pada kloroplas sel-sel ganggang. Pada sisi bawah talus terdapat stroma dengan 2 sel penutup yang berbentuk ginjal. Stroma itu kemudian hampir selalu terisi dengan lendir.

Beberapa anteredium terkumpul dalam satu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula dengan arkegoniumnya. Zigot mula-mula membelah menjadi dua sel dengan suatu dinding pemisah melintang. Sel yang ada di atas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang di bawah membelah-belah merupakan kaki sporogonium. Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk seperti rizoid, melekat pada talus gametofitnya. Bagi sporogonium, kaki itu berfungsi sebagi alat penghisap. Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tandu, panjangnya 10-15 cm. Jika telah masaknmka akan pecah seperti buah polongan. Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas beberapa deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumela. Kolumela ini diselubungi oleh jaringan yang kemudian akan menghasilkan spora yang disebut arkespora.

Berbeda dengan lumut hati lainnya, masaknya kapsul spora pada sporogonium itu tidak bersama-sama, akan tetapi dimulai dari atas dan berturut-turut sampai pada bagian bawahnya. Dinding sporogonium mempunyai stoma dengan dua sel penutup, dan selain itu sel-selnya mengandung kloroplas.

Anthocerotales hanya terdiri atas 1 suku, yaitu Anthocerataceae, yang mencakup antara lain Anthoceros fusiformis, Anthoseros laevis, dan Notothylus valvata.

anthoceros-laevis-l3

v Bangsa Marchantiales

Talus seperti pita memiliki lebar kira-kira 2cm, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol

Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupai daun yang dinamakan sisik-sisik perut atau sisik-sisik ventral. Selain itu pada sisi bawah talus terdapat rizoid-rizoid , yang bersifat fototrof negatif dan dinding selnya mempunyai penebalan ke dalam yang bentuknya seperti sekat-sekat yang tidak sempurna.

Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula, oleh sebab itu hampir tak mungkin dilalui air. Jika dilihat dari atas , talus kelihatan berpetak-petak. Di bawah tiap-tiap petak di dalam talus terdapat suatu ruang udara, dan di tengah petak terdapat suatu liang udar yang menghubungkan ruang udar tadi dengan dunia luar. Liang udara itu berbentuk seperti tong dan mempunyai dinding yang lebih tinggi dari permukaan talus untuk mencegah masuknya air. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin, masing-masing cincin terdiri atas 4 sel. Pada dasar ruang udara terdapat sel-sel yang mengandung kloroplas.

Sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil atau sangat miskin akan klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan, sebagian mengandung minyak. Pada sisi bawah parenkim, tempat penimbunan makanan cadangan tersebut tertutup oleh selapis sel-sel. Pada sisi atas rusuk tengah, umumnya terdapat badan-badan seperti piala dengan tepi yang bergigi, yang merupakan piala eram atau keranjang eram, dengan di dalamnya sejumlah kuncup-kuncup eram. Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit.

Gametangium Marchantiales didukung oleh suatu cabang talus ini tergulung, merupakan suatu tangkai. Didalam gulungan itu terdapat suatu saluran dengan benang-benang rizoid. Bagian ats cabang tadi berulang-ulang mengadakan percabangan menggarpu, hingga akhirnya membentuk suatu badan seperti bintang. Tempat anteridium dan arkegonium terpisah, jadi Marchantiales berumah dua. Pendukung anteridum dinamakan anteridiofor, pendukung arkegonium disebut arkegoniofor.

marchantia-polymorpha

Pendukung gametangium jantan menyerupai suatu tangkai dengan suatu cakram bertoreh delapan pada ujungnya. Pada sisi atas cakram itu terdapat ruang-ruang berbentuk botol yang bermuara pada permukaan atas dengan sebuah liang yang kecil. Ruang-ruang itu berisi anteridium dan satu sama lain terpisah oleh jaringan yang mengandung ruang-ruang udara.

Pendukung gametangium betina berakhir dengan suatu badan berbentuk bintang. Kaki-kaki bintang itu biasanya berjumlah 9, tepinya berlipat kebawah, sehingga sisi atas bagian yang mendukung arkegonium itu menghadap ke bawah pula. Akibatnya arkegonium seakan-akan terdapat pada sisi bawah badan yang berbentuk bintang tadi. Letak arkegonium pada pendukungnya berderetan menurut arah jari-jari.

Tiap baris diselubungi oleh selaput yang bergigi yang dinamakan periketium. Tiga sel terdapat di pinggir, sedang yang satu di tengah-tengah lalu membelah lagi melintang, membentuk sel tutup dan sel dalam. Ketiga sel yang di pinggir itulah yang selanjutnya membelah-belah menjadi dinding perut dan leher arkegonium. Dari sel dalam akhinya terbentuk sel telur, sel saluran perut, dan sel-sel saluran leher.

Pembuahan berlangsung dalam cuaca hujan. Oleh percikan air hujan cairan yang mengandung spermatozoid terlempar dari anteridiofor ke arkegoniofor. Sel-sel epidermis badan pendukung arkegonium mempunyai papila dan membentuk suatu kapilar pada permukaan alat tersebut, yang memudahkan tergelincirnya spermatozoid masuk ke dalam arkegonium. Spermatozoid itu bereaksi kemotakis terhadap zat putih telur.

Setelah selesai pembuahan, zigot berkembang menjadi embrio yang terdiri ats banyak sel, dan akhirnya merupakan suatu sporogonium bertangkai pendak, kecil, berbentuk jorong, dan berwarna hijau. Seperti pada Anthocerotales, sel teratas hasil pembelahan zigot yan pertama, akhirnya berkembang menjadi kapsul spora. Sel yang bawah berkembang menjadi kaki dan tangkai sporogonium. Karena ada dinding-dinding perikrinal, sel-sel dalam kapsul dapat dibedakan dalam sel-sel dinding dan jaringan arkespora yang ada di dalam. Tiap sel arkespora membelah menjadi dua sel, yang sempit (kecil), yang lainnya lebar. Sel anakan yang lebar itu ada yang langsung merupakan sel induk spora, ada yang membelah lagi beberapa kali sebelum menjadi sel induk spora. Sel yang kecil tumbuh menjadi sel-sel yang panjang berbentuk seperti serabut, berdinding lunak, tetapi mempunyai penebalan-penebalan berbentuk spiral yang dinamakan elatera.

Pada marchantia kapsul spora itu mempunyai dinding yang terdiri ats selapis sel, dengan penebalan-penebalan seperti serabut. Kapsul spora mula-mula masih diselubungi oleh bekas dinding arkegonium yang ikut terangkat pada perkembangan sporogonium. Kapsul spora Marchantiales dapat menghasilkan beberapa ratus spora. Spora itu jika jatuh di tempat yang cocok akn menjadi kecambah dalam bentuk protonema yang mengandung klorofil, dan selanjutnya berkembang.

Suku Marchantiaceae dengan contoh-contoh :

Marchantia polymorpha

Marchantia geminata

Reboulia hemisphaerica

Suku Ricciaceae, dengan contoh-contoh antara lain :

Riccia fluitans

R. nutans

R. trichocarpa

riccia1Riccia fluitans

v Bangsa Jungermaniales

Bangsa ini meliputi kurang lebih 900 jenis Hepaticae. Bentuk-bentuk tubuh yang masih sederhana sangat menyerupai Marchantia, talus berbentuk pita, sempit dan bercabang-cabang menggarpu. Sebaliknya ada pula yang rusuk tengah talusnya telah memberi kasan seperti batang dengan bagian-bagian talus ke samping yang telah menyerupai daun-daun.

Bangsa ini kebanyakan telah mempunyai semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsiventral. Bagian-bagian serupa daun kecil itu telah mempunyai ibu tulang, tetapi bagian yang serupabatang belum mempunyai berkas pembuluh pengangkutan.

Berbeda dengan lumut hati lainnya, pada Jungermaniales tidak kita dapatkan mulut-nulut daun. Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya pun sedikit menyimpang. Pada Jungermaniales yang tubuhnya bersifat talus, arkegoniumnya dikelilingi oleh bagian-bagian yang mempunyai bentuk yang khusus

Pronema Jungermaniales hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif, dengan di atasnya tumbuhan lumutnya yang hanya mempunyai sedikit saja bagian seperti daun yang mendukung alat-alat kelaminnya.

Berbeda dengan Marchantia, pada Jungermaniales ini kapsul spora mempunyai tangkai. Sporogonium telah selesai terbentuk sebelum tangkai memanjang dan menembus dinding arkegonium. Kapsul spora yang terdapat pada pangkal ujung tangkai berbentu bulat, dan jika sudah masak membuka dengan 4 katub. Pecahnya kapsul spora disebabkan oleh dya kohesi air dalam sel-sel yang menguap dengan disertai berkerutnya dinding yang tidak menebal.

Menurut duduknya sporogonium, Jungermaniales dibedakan dalam 3 suku yaitu :

Suku Anacrogynaceae, ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukkan arkegonium, sporogonium terdapat pada sisi punggung. Yang tergolong dalam suku ini antara lain :

Pellia epiphylla, talus menyerupai Marchantia, hidup di atas tanah-tanah yang basah

Metzgeria furcata, talus berbentuk pita yang sempit, bercabang-cabang menggarpu, hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau di atas batu-batu cadas.

jungermaniales41

Blasia pusilla, talus lebar, mempunyai sisi tengah, pada tepi talusnyamulai tampak erbentuknya alat-alat seperti daun

Suku Acrogynaceae. Arkegonium, jadi juga sporogonium, terdapat pada ujung bagian yang seperti batang atau cabangnya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah :

Plagiochila asplenoides, banyak tumbuh di daerah tropika

Frullania tamarisci seperti daun, hidup pada batang-batang pohon atau di atas batu-batu cadas, warna pirang.

Selain kedua golongan tersebut masih ada satu golongan lagi yang masih banyak memperlihatkan kesamaan dengan Anacrogynaceae, yaitu suku Haplomitriaceae, yang talusnya bersifat radial, mempunyai bagian seperti batang dengan 3 baris bagia-bagian serupa daun. Alat-alat kelamin terdapat diantara bagian-bagianyang seperti daun-daun, letaknya pada ujung bagian yang seperti batang. Contoh :

Calobryum mnioides yang umumnya terdapat di daerah tropika.

Calobryum blumei yang tumbuh di Jawa

Haplomitrium di Eropa

jungermaniales3

Klasifikasi kelas Hepaticae

Anthoseros laevis

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Anthocerotales

Famili : Anthocerotaceae

Genus : Anthoceros

Species : Anthoceros leavis

Diskripsi :

· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.

· Susunan talusnya masih sederhana.

· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.

· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.

· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.

· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.

· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametofitnya.

· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.

Notothylus valvata

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Anthocerotales

Famili : Anthocerotaceae

Genus : Notothylus

Species : Notothylus valvata

Diskripsi :

· Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid-rizoid.

· Susunan talusnya masih sederhana.

· Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.

· Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. Stoma hampir selalu terisi lendir.

· Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus, demikian pula arkegoniumnya.

· Sel yang diatas terus membelah-belah dan merupakan sporogonium, yang bawah membelah-belah dan merupakan kaki sporogonium.

· Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rizoid, melekat pada talus gametovitnya.

· Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.

Marchantia polymorpha

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Marchantiales

Famili : Marchantiaceae

Genus : Marchantia

Species : Marchantia polymorpha

Diskripsi :

· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.

· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.

· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.

· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.

· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.

· Dulu digunakan sebagai bahan obat penyakit hati. (hepar).

Riccia fluitans

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Marchantiales

Famili : Ricciaceae

Genus : Riccia

Species : Riccia fluitans

Diskripsi :

· Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.

· Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif.

· Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air.

· Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.

· Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.

Blasia pusilla

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Jungermaniales

Famili : Anacrogynaceae

Genus : Blasia

Species: Blasia fluitans

Diskripsi :

· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.

· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.

· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.

· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.

· Talus lebar, mempunyai rusuk tengah, pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat seperti daun.

Metzgeria furcata

Sistematik :

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Jungermaniales

Famili : Anacrogynaceae

Genus : Metzgeria

Species : Metzgeria furcata

Diskripsi :

· Talus berbentuk pita yang sempit, bercabang-cabang menggarpu.

· Hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau diatas batu-batu cadas.

· Telah memiliki semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsi ventral.

· Protonema hanya terdiri atas beberapa sel saja, tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif.

· Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium.

· Sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium.

Pergiliran keturunan

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.

Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.

pergiliran tumbuhan lumut

Peran dan Manfaat Hepaticea

ü Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.

ü Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang

ü Marchantia polymorpha dahulu digunakan untuk pengobatan hepatitis.

Desember 12, 2008

Ganggang Keemasan

Filed under: Uncategorized — cindyharyono @ 1:44 pm

A. DIVISI CHRYSOPHYTA.
Nama Chrysophyta diambil dari bahasa Yunani, yaitu Chrysos yang berarti emas. Ganggang keemasan atau Chrysophyta adalah salah satu kelas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Ganggang ini berwarna keemasan karena kloroplasnya mengandung pigmen karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibandingkan dengan klorofil. Kloroplas ganggang ini berbentuk cakram, pita, atau oval.
Sel-sel ganggang keemasan memiliki inti sejati (eukarion), dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau kersik. Tubuh ganggang ini ada yang terdiri atas satu sel(uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler). Ganggang yang bersel satu bisa hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. Ganggang yang multiseluler berupa koloni atau berbentuk filamen. Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.
Ganggang ini ditemukan di air tawar, di laut, dan di tanah yang lembab. Alga ini digolongkan kedalam 3 kelas yaitu:
a. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae).
b. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae).
c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae).

B. CIRI-CIRI
1. Pigmen, khlorofil a dan b, xantofil, dan karoten, klorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam kloroplas.
3. Kloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
6. Dinding sel mengandung selulose.

Bentuk talus/struktur vegetatif
1. Uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
2. Uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
3. Koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
4. Koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
5. Palmeloid: Tetraspora sp.
6. Dendroid: Prasinocladus sp.
7. Berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp
8. Tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
9. Heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
10. Berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
11. Lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
12. Berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
13. Berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.

C. PERKEMBANGBIAKAN
 Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) dengan pembelahan sel, fragmentasi, pemisahan koloni, dan pembentukan spora (aplanospora atau zoospora).
 Perkembangbiakan generatif (seksual) dengan konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami.

D. Kelas-Kelas Chrysophyta
Berdasarkan pembagian kelas diatas, alga dapat kita uraikan
a) Kelas Xanthophyceae.
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria sp. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.

b) Kelas Chrysophyceae.
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni contohnya Synura.
Ochromonas Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 flagel sebagai alat gerak. Kedua flagel tersebut tidak sama panjang. Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti kloroplas yang berbentuk lembaran melengkung, vakuola, stigma, dan nukleus. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri.

c) Kelas Diatom (Bacillariophyceae).
Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri. Contohnya: Navicula, Ganggang ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. Kersik merupakan komponen penting dalam plankton. Navicula sp hidup di air tawar dan di laut.
Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe.
Perkembangbiakan Navicula sp:
Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri. Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian. Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup. Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru. Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya. Peristiwa ini berlangsung berulang kali.
Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi. Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet. Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot. Zigot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru.
Bila Navicula mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang kaya zat kersik. Tanah ini merupakan bahan dinamit, isolator, dan bahan gosok penghalus.
Contoh lain, Pinnularia dan Cyclotella.

E. Peranan Ganggang Keemasan Dalam Kehidupan Sehari-hari.
Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit, membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan hitam.

PENUTUP

Kesimpulan.
Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu Kelas alga Hijau-Kuning
(Xanthophyceae), Kelas alga keemasan (Chrysophyceae), Kelas Diatom (Bacillariophyceae).

Xanthophyceae
Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.

Chrysophyceae
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.

Bacillariophyceae
Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang mengandung diatom
berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak
(hipoteca) dan tutup (epiteca). Reproduksi secara aseksual

Blog di WordPress.com.